[Travel Story] Ciao Penang


Old Corner

Last day in Penang sebelum menginjakkan kaki ke kampung halaman, yang mana si Ari gak bisa ikut. So terpaksanya kita melepasnya dengan sukacita menuju ke bandara. Walaupun sebelumnya sempet nyasar di lorong tua Georgetown. Yang harusnya dari Hutton Lodge ke Terminal Rapid Penang di area Jetty (Weld Quay), yg ada malah muter-muter kampung orang. Akhirnya pas udah deket ama terminal, diputuskanlah untuk meng-hire taksi yg lewat. Ya daripada ketinggalan pesawat, kan lebih baik ketinggalan kereta. Akhirnya farewel party dengan Ari disaksikan dengan penuh sukacita sang sopir taksi yg mengalap berkah MYR 35 untung menghatarkan paket sampe ke bandara Penang.

Lepas maketin barang *baca : Ari* ke bandara, kita lanjut ke areal pemakaman tua yg sehari sebelumnya dilewati bus pas kita mau balik ke hotel. Mlipir kesana kemari kok kagak nemu juga itu kompleks pemakaman,  sampai akhirnya menyusuri Upper Penang Road, dan teronggoklah pemakaman tersebut diujungnya.

Necropolis

Pemakaman orang-orang Eropah yg pernah menduduki Penang sekitaran abad 18 dan 19 ini lumayan teduh *kalo gak mau dibilang spooky sik ya*, tapi beneran deh, ditengah keriuhan kota Georgetown ada sepetak lahan yg sunyi dan lumayan rindang. Cocok buat berkontemplasi diri atopun uji nyali. Gak mau berlama-lama, takutnya ntar ada yg ngikut dibelakang, diputuskan untuk segera mengakhiri kunjungan spiritual tersebut. Udah semakin siang juga sih, takut ditinggal angkot …

Balik lagi ke Hutton Lodge yg ternyata tinggal ngesot dr pemakaman tadi buat check out, sebelum nyampe ke terminal, kita sempatkan mampir ke kedai mamak yg ada disekitaran Hutton Lane, itu ayam gorengnya enduueessss ….

Rencana semula mo naek bus ke bandara dari Komtar, tapi ada daya, waktu tak berpihak. Daripada daripada kan, yaudah diputuskan buat make taksi aja. Ya gitu … kadang bukan kitanya yg slebor masalah waktu, bisa jadi sarana prasarana yg menentukan juga, so manage your time wisely …

Tak seberapa lama sampai juga di bandara, lagi direnovasi bener ini bandaranya. Kali ini angkot menuju kota selanjutnya adalah Firefly *anak perusahaan Malaysia Airlines*. Lumayan loh dapet in flight meal ama free baggage. Dan off we go to ….. (bersambung)

Yg tersisa dr Penang …

Ais Cendul

Price Tag

Funicular model

Goodies

Action

Take a walk

Sikh Temple

Chilled ….

Inside the train

I’m gonna eat that

Landing …

Alley

Green path

Tomyum Martini

Satay stall

The other comrades …

Advertisements

3 thoughts on “[Travel Story] Ciao Penang

  1. Payung fantasi melambai di siang hari..hey hey sapariah *tiba2 muncul Sapar*

    Btw, itu spanduk Pesta Berlian Habib kok gue jadi bayangin habib-habib FPI lagi arisan berlian ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s