[Yummy Trail] Public House Cafe


Public House

Menindaklanjuti sebuah undangan softlaunching di komen blog beberapa waktu lalu, berhubung buka komennya telat beberapa minggu dari hari-H, makanya baru bisa nyobain weekend kemaren. Udah berasa foodie blogger semenjana ya gw dapet undangan buat review restoran yg baru buka *fufufufufufu*. Karena bukan pas softlaunching gw datengnya, jadi no sugar coating kayaknya buat nge-review, brace yourselfself …

Public House berada tepat di jantung Mentengnya Pekanbaru, yakni di seputaran Jalan Diponegoro yg merupakan daerah elit yg jarang mati lampu *ok, ndak ada hubungannya*. Awalnya agak kaget juga kalo disekitar situ ada resto baru buka, selama ini cuman ada restoran pizza lokal yg hidup mati segan tak mau, dan kuliner dari ranah pasundan yg mulai redup pamornya.

Kesan pertama pas lihat fasad depan Public House ini ekspektasi agak membuncah ya, kesan rumahan yg nyaman udah langsung terpatri di otak. Begitu melangkahkan kaki memasuki pintu masuk resto, blaik … kok tak seperti yg dibayangkan.

Halloween party

Mungkin kami datengnya pas Halloween night yg kok ndilalahnya pas hari Sabtu juga, makanya jadi penuh restorannya. Begitu masuk kita langsung disambut ruangan smooking area semi outdoor, lalu masuk ke dalam rumah disambut dengan meja bar dan kasir yg bikin sumpek jalur masuk, ditambah lagi waiters-nya yg pada make kostum Halloween ngumpul disitu semua. Memasuki dinning hall area, penataan meja dan kursi yg seperti food court mall mengurangi tingkat kenyamanan pengunjung. Terlebih lagi masih di-sesel-in sama live band yg lumayan nambah sumpek. Akhirnya kami pun milih tempat di lantai 2 yg tangganya sedikit cukup lumayan curam.

Dapat tempat duduk yg lumayan di lantai 2, kami didatangi oleh mbak-mbak berkerudung merah *ceritanya jadi Red Riding Hood*. Menunya lumayan informatif walaupun tidak disertai bonus kupon gratis gambar penampakan menunya. Tapi daftar menunya kok gak seragam, ada menu yg lengkap dan tidak lengkap, jadi agak membingungkan ketika mau milih makanan. Mbaknya cukup informatif soal menu. Karena kami posisi di lantai 2 yg terpisah dari service area, kami bingung kalo sewaktu-waktu butuh bantuan, karena tidak ada bel/kentongan/gong/drum ato apapun yg bisa buat manggil waiters pas dibutuhkan. Masa iya kami musti naik turun tangga yg curam buat manggil waitersnya *heh gak usah manja deh jd pelanggan*.

Lantai 2 *ting*

Setelah memilah dan memilih food & beverages, pilihan jatuh ke Hunter Schnitzel, Sailor Plate, dan Swedish Meatballs untuk makan besarnya, lalu buat cemilannya Pie Banafee Cokies in Jar, Italian Soda Mojito & Leci, Oreo Frappe, dan Avocade Cafe Latte sebagai minumannya.

Verdict :

Hunter Schnitzel (IDR38K)

Hunter Schnitzel

Potongan daging ayam yg digoreng dgn remah-remah berbumbu ini porsinya  cukuplah kalo dimakan sendiri bagi yg bernafsu makan sedang. Disajikan dengan potato fries dan mix veggie yg tak seberapa ini rasanya standard. Daging ayamnya kurang fresh, macam frozen meat supermarket gitu. Lebih suka kalau sidedishnya mix green salad dgn porsi yg lbh banyak.

Sailor Plate (IDR35K)

Sailor Pluto eh Plate

Mungkin terinspirasi dari Sailor Pluto yg agak misterius gitu kali ya, makanya penampakannya pun agak meragukan. Kalo deskripsi di menu katanya fish and chips, tapi pas terhidang terlihat seperti bakwan dgn ukuran sekali makan. Entah ini ikan apa yg dipakai, yg jelas saus tartarnya lebih dominan dibanding ikannya. Kalo niat ngitung “gorengannya”, paling ada 6 biji.

Swedish Meatballs (IDR45K)

Swedish Meatballs

Bola-bola dagingnya seukuran ama bola bekel, which is kecil banget dibanding dengan porsi dari mashed potato yg disiram kuah jamurnya. Lebih mirip ke bubur kentang dengan hiasan bola daging. Rasa dagingnya mirip dengan patty yg buat burger. Gak ada yg spesial selain porsi kentang tumbuknya yg banyak dan bikin kenyang.

Pie Banafee Cookie in Jar (IDR25K)

Pie Banafee Cokie in Jar

Ini makanan cocok buat yg bermulut manis. Pisang yg disiram saus karamel ditumpuk diatas crumble pie lalu ditutup dengan whipped cream cocok buat temen melamun. Tapi lama-lama rasa manis dari caramel-nya jadi kelewatan. Beberapa kali sempet meringis gara-gara rasa manis yg berlebihan. Overall yg ini boleh dicoba.

Italian Soda (IDR22K)

Italian Soda Mojito

Untuk ukuran harga segitu, segelas kecil minuman ini jadi terasa mahal. Apalagi kami pesan rasa Mojito dan Leci yg secara kasat mata penampakannya sama, hanya beda disirupnya aja ternyata. Kalo mau jujur sik semacam air soda dikasih sirup gitu doank. Nothing special. Berharap disajikan pake tall glass kalo buat italian soda.

Oreo Frappe (IDR28K) & Avocado Cafe Latte (IDR24K)

Oreo Frappe

Kalo yg ini porsinya lumayan banyak, yg Avocado Cafe Latte lebih dominan rasa alpukatnya, jadi berasa minum jus alpukat dikasih kopi dikit, mengenyangkan sih pastinya. Oreo Frappenya sendiri rasanya standard, dominan manis, si oreo yg seharusnya jadi bintang malah jadi pajangan doank, tekstur dari oreo itu sendiri tak hadir disini.

Avocado Cafe Latte

Service :

Penyajian pesanan sangat lama bisa jadi karena ramai sik ya, urutan keluarnya pun gak beraturan. Makanannya sudah habis duluan, baru minumannya datang *nyangkut ditenggorokan malih*. Dan sepertinya waitersnya kayak parade, yg nganterin makanan gonta-ganti orang, ada Caesar, Suster Centil, Vampire, sampai Jedi, mentang-mentang make kostum gitu. Oh ya kurang senyum, ya walaupun mungkin kepanasan pake kostum, paling ndak senyumnya bisalah ditampilin.

Dan yg paling ganggu itu ada di piring yg dipakai, macam piring tukang gado-gado. Gak kelihatan mahal sama sekali makanannya, lbh suka pakai piring yg simple dan utensils yg lebih bagus, mengingat ini kelasnya cafe/bistro. Dan juga platting makanan yg kurang menarik mata. Padahal orang lapar itu dari mata dulu biasanya.

Secara keseluruhan restoran ini sepertinya bingung dengan konsep restoran yg seperti apa yg mau ditampilkan, dan juga segmentasinya pun kurang jelas, apakah buat keluarga, anak muda, atau sekedar makan, bersosialisasi, atau sekedar hura-hura. Kalo dari harga sudah jelas menyasar golongan menengah. 

Bisa jadi beberapa bulan kedepan sudah ada peningkatan di pelayanan maupun makanannya, maklum baru sebulan buka. Kalo disuruh balik lagi … mikir-mikir dulu dalam waktu dekat ini.

PUBLIC HOUSE CAFE

JL. DIPONEGORO 12-14, PEKANBARU

VS_contact-icon

 +62 761 44113

Twitter

 Publichouse_id

RSS

 publichouseid

Front Fasad

Utensils

Menu

Bar area

Now open

Advertisements

One thought on “[Yummy Trail] Public House Cafe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s