[Yummy Trail] Bihun Bebek Lin’s


Setelah berulang kali cuman sekedar lewat didepan warungnya, akhirnya memberanikan diri buat mampir. Gak sendirian juga sik mampirnya. Setelah sore hari sebelumnya mampir ke toko sebelah yg jualan pie *yg akan ditulis ntar kapan tentang toko jualan pie ini* kapan buka warung tetangganya itu, akhirnya keesokan paginya terjadilah sarapan pagi Bihun Bebek di warungnya cicik Lin ini.

Bihun Bebek Lin’s

Berlokasi di Jalan Sam Ratulangi *sebelum simpang Hotel Sri Indrayani* memang agak nyaru sik tempatnya. Berbagi tempat parkir dengan Pie Oma, bikin susah kalo mau parkir, apalagi warung ini cuman ruko 1 pintu. Terlebih pengunjung di Minggu pagi kali ini kebanyakan keluarga, jadi musti agak lebih pagi kalo mau sarapan disini biar gak rebutan tempat duduk, sedikit soalnya meja yg tertata di warung Bihun Bebek Lin’s ini.

Other option

Selain Bihun Bebek Ginseng yg jd andalannya, banyak juga menu lainnya yg dijual. Tapi kayaknya pagi itu pengunjung memiliki satu keinginan  yg sama, yakni sarapan Bihun Bebek Ginseng cicik Lin.

Gak punya ekspektasi apa-apa, karena emang belum pernah nyoba makanan genre bihun bebek ini ya. Pas disajiin dimeja ya udahlah ya, like other Asian yg kalo mo makan wajib melakukan ritual suci *poto, edit, upload*, kami pun turut melakukan adegan tadi.

Bihun Bebek Lin’s

Dari penampakan sik generous banget ya bihunnya, sementara daging bebeknya ya adalah biarpun gak banyak-banyak banget. Sementara kuahnya sendiri bening dengan rasa yg subtle *minim bumbu*, tapi kuat dirasa ginseng. Pantes aja aromanya agak asing dihidung. Dan beberapa helai selada air tampak timbul tenggelam dikuah ginseng tadi. Berhubung belum punya pembanding rasa dari sajian ini, ya anggaplah perkenalan buat lidah yg terbiasa dibanjur santan dan sambal.

Visitor

Buat teman Bihun Bebek tadi, kami pilih es barley ato yang lebih awam dipanggil jali-jali lagunya enak merdu sekali. Selain itu ada kietna juga sebenernya, tapi kayaknya terlalu asam kalo buat diminum pagi hari.

Chilled barley extract

The Verdict :

Well melihat dari ramahnya cicik Lin ini, gak heran pengunjungnya banyak. Dan sebagian besar pelanggan tetap nampaknya, karena si cicik ini sampai hapal nama anak-anaknya. Citarasa bihun bebek ginseng ini cocok buat sarapan pagi, bikin perut hangat dan kenyang. Dengan kuah sup yg bening dan bumbu yg tipis, justru bikin si ginseng hadir mengguncang langit-langit mulut, sensasi hangat dari ginseng bikin tambah stamina dan pastinya bikin greeeeeennnnggg *lalu nyari kebun buat dicangkul*. Biarpun musti merogoh kocek agak dalam buat sarapan pagi itu, tapi lumayan bisa ngerasain makanan dengan sensasi yg beda. 3 bihun bebek dan 2 es barley harus ditebus dengan IDR 104K, buat sesekali gak ada salahnya sik ya agak mewah sarapannya.

Advertisements

6 thoughts on “[Yummy Trail] Bihun Bebek Lin’s

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s