[Travel Story] Sungai Hijau Kampar


Mendadak piknik kali ini dipersembahkan oleh kabut asap yg semakin tebal di kota Pekanbaru. Karena selain bikin nafas sesak, juga panas dan lembab yg gak wajar. Akhirnya terpikir buat mengungsi ke kota terdekat yg ada tempat wisatanya sekalian. Ya itung-itung udah pernah nginjek tempat itu lah.

Sayangnya, angin berhembus ke barat, menginvasi kota tujuan kami tadi. Ya apa lacur … mau tak mau musti dihadapi dengan ikhlas, sabar dan tawakal. Dan kami pun menuju ke kota sebelah dengan efek asap. Here we come Sungai Hijau

Menempuh masa +/- 1,5 jam perjalanan darat dari kota Pekanbaru kearah kota Bangkinang *tidak ada perbedaan waktu antara Pekanbaru dgn Bangkinang*, tibalah kita ke lokasi Sungai Hijau yg berada sekitar 10 menit dari kota Bangkinang. Jika menggunakan angkutan desa umum, bisa naik travel/superben jurusan kota intan Bangkinang, kemudian bisa dilanjut dengan menyewa becak motor menuju lokasi. Karena terletak di jalur lingkar luar kota, tak ada angkutan umum yg berlalu lalang disekitar lokasi wisata Sungai Hijau. Ada baiknya perdalam ilmu tawar menawar sama tukang becak buat nungguin kita hura-hura.

From the top

Akhirnya nyampe jg di lokasi berkat petunjuk dr Google Maps. Pas dicari pintu masuknya kok ndak ketemu, lha piye carane mau ciblon … Ternyata jalan masuknya nyempil disamping warung tenda, gak ada petunjuknya sik. Pas sebelum jembatan tepatnya. Jalan menurun curam dan jembatan kayu menjadi penyambut kami memasuki area wisata Sungai Hijau. Cukup dengan IDR 5K/orang, kita sudah bisa menikmati tempat wisata ini.

Clean and clear

Aliran sungai yg tenang serta dangkal dan jernih terasa sangat menyegarkan ditengah kabut asap yg melanda, apalagi dibawah naungan rimbunnya pohon karet. Nampak juga beberapa kedai penjual makanan dan minuman disana, terdapat mushola dan yg paling penting ada bilik kamar mandi.

Tak menyiakan waktu, kami segera melakukan hal yg wajar dilakukan oleh wisatawan lokal. Capture, edit, and upload … pamer itu kudu’ bin wajib. Oh ya untuk sinyal lumayan bagus bagi yg memakai provider tertentu.

Mari kita njebuuurrbyuuurrr

Skinny dipping

Saking gak pernah nengok sungai berair jernih selama 7 tahun di Riau ini, ngelihat yg beginian aja udah senengnya bukan maen, ternyata #bahagiaitusederhana nyata adanya, bukan khayalan ratu dusta *tssaaahhh …. pret*.

Scenery

Sungainya cukup dangkal kok, jadi aman kalo mau ngajak anak-anak. Dibeberapa bagian dibikin “bendungan” agar agak landai dasar sungainya. Ada penyewaan ban juga bagi yg pengen maen-maen air tapi takut tenggelam *yaelah tong, orang sepinggang orang dewasa lg jongkok ini juga paling dalemnya*. Oh ya musti tetep waspada ya kalo naroh barang, takutnya ada tamu tak diundang iseng mengais-ngais rejeki disitu , karena gak ada tempat penitipan barang dan juga banyak orang tidak dikenal yg berlalu-lalang disekitar tempat kami naruh barang tadi…

Beware of thief

Kulit udah mulai keriput saking lamanya berendam, berarti saatnya kita kuis mentas dr tempat berendam tadi. Matahari jg udah kepeleset dr sepenggalah, berarti waktunya untuk cabut dan mengisi perut. Bersih-bersih bentar lalu kita pun menuju ke kota Bangkinang, tujuan terakhir kita yakni pesta pora di Wartex Budhe … yummers …

The Verdict :

Sebagai tempat wisata baru *baru mulai naik daun*, Sungai Hijau masih lumayan menyenangkan untuk liburan bersama keluarga. Dengan lokasi yg terjangkau pulang balik sehari perjalanan dari Pekanbaru, bisa jadi alternatif liburan diakhir pekan. Lumayan masih terjaga kebersihannya buat saat ini. Warung-warung yg ada dikomplek Sungai Hijau menjual dagangannya dgn harga yg lumayan tinggi, mending bawa bekal piknik sendiri. Pilihlah tempat yg makin jauh kedalam kebun karet, karena semakin sepi dan makin bersih airnya *if u know what i mean*.

Petunjuk arah menuju lokasi pun tidak dijumpai sepanjang perjalanan, bahkan pintu masuk ke lokasi tidak ada tanda-tanda kalau itu tempat wisata. Mungkin krn masih milik pribadi kebun karetnya, jadi ya dianggapnya wajar. Kalau saja mau usaha sedikit, pasti bakal lebih menarik tempatnya.

Traffic

Almost there

Green Lagoon

River … river …

Non Free Changing Room

Save yourself sista

Let it go … let it go …

Sillhouette

Censor …

Family time

Crime Scene

More pictures click on the photo …

Advertisements

13 thoughts on “[Travel Story] Sungai Hijau Kampar

  1. Wow aku baru tau nih ada sungai hijau ini di Kampar. Warna hijau di air sungainya itu dari mana ya mas? 😀
    Btw, thanks for infonya, jadi pengen main2 ke sana hehe

    • Warna hijau dari lumut atau ganggang yg ada disana, tapi katanya sekarang udah gak terlalu hijau lagi
      Lumayan buat ngungsi dr kabut asap kemaren

  2. udah ramee yang sungai hijau bawah
    dan skrg ada Sungai Hijau Bawah, Sungai Hijau Atas #1, dan Sungai Hijau Atas #2
    ada tiga pintu masuk di jalan lintas itu
    *pantauan terakhir minggu lalu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s