[Travel Story] Candi Muara Takus


Kalo melintas jalur Riau-Sumbar, pasti kita akan melewati salah satu situs bersejarah yg sering kita baca ato dengar di sekolah dulu. Namanya Candi Muara Takus. Wait … bukankah Candi Muara Takus ada di Jambi ya ??, kok bisa masuk ke wilayah Riau sik. Ada penggeseran patok wilayah, ato jin yg mbangun Prambanan ikut andil mindahin ini candi ??. Tapi kalo dicari-cari informasi sik emang si candi ini adanya di dataran Riau, jd entah siapa yg salah, atau mungkin pas diajarin dulu lg menyantap semangkok soto di kantin.

Anyhow … berjarak sekitar 135 km dari kota Pekanbaru, lokasi Candi Muara Takus ini memang agak sedikit menjorok ke dalam hutan. Dari jalan lintas Sumbar-Riau, akan nampak penunjuk jalan ke Candi Muara Takus, nah dari situ masih kurang lebih 15 menit menggunakan mobil untuk mencapai ke pelataran candi tersebut. Waktu tempuh bakal lebih lama lagi dengan minimnya penunjuk jalan menuju ke situs yg belum diketahui secara pasti masa pembangunannya tersebut, disinilah ilmu malu bertanya sesat hidupnya dijalan bukan sekedar teori semata. Kondisi jalan menuju lokasi lumayan bagus kok, cuman dibeberapa bagian agak sedikit rusak dan sempit, lumayan rempong kalo berpapasan dgn kendaraan lain. Apalagi jalur ini juga merupakan jalur angkut untuk truk sawit.

Road to …

Sebuah gapura besar menyambut kedatangan kami di situs bersejarah tersebut di persimpangan jalan kintas Sumbar-Riau selepas jembatan pertama Danau Koto Panjang. Ikuti aja jalan yg ada sampai ketemu gapura selamat datang di Candi Muara Takus . Cukup siapkan uang masuk +/- IDR 4K per orang dan uang parkir untuk masuk ke lokasi Candi Muara Takus ini. Voila … Candi Muara Takus sudah didepan mata.

Berada ditengah lapangan yg lumayan luas, membuat penampakan candi ini menonjol, terlebih dengan bangunannya yg terbuat dari bata merah.

The view

Ada 4 bangunan didalam komplek situs yg dipagari oleh tembok dari batu putih setinggi pinggang orang dewasa ini *macam berita banjir ya ukurannya*. Candi Palangka, Candi Bungsu, Candi Mahligai, dan Candi Tua berada didalam tembok batu tadi. Semua candi tadi digunakan sebagai tempat ritual pemujaan. Jika ditilik dari kondisinya sik, nampaknya sudah pada direkondisi ya. Terlihat dari cat yg masih basah warna bata yg digunakan.

Entrance

Oh ya sewaktu masuk ke dalam kompleks candi, kita diminta mengisi daftar hadir buku tamu dan sumbangan seikhlasnya.

Disekitar kompleks, nampak penjual makanan dan minuman serta souvenir khas Candi Muara Takus. Selain itu ada juga taman bermain untuk anak-anak.

Souvenier shop

Hampir aja lupa, keseluruhan kompleks candi ini dikelilingi oleh benteng yg berupa tembok tanah seluah 1,5×1,5 km memanjang sampai ke pinggir Sungai Kampar Kanan. Bisa jadi diujung sungai tersebut, jaman dahulu berdiri sebuah kerajaan yg menjadikan Candi Muara Takus ini sebagai tempat pemujaan. Kebayang waktu itu pas ada ritual pemujaan pasti meriah banget *lalu melipir ke booth tong setan*.

Fortress

Jarak yg jauh dari kota Pekanbaru maupun Payakumbuh, sepertinya menjadi salah satu kendala kurangnya kunjungan wisatawan ke situs ini. Ditambah lagi dengan tidak adanya angkutan publik yg melayani pengunjung dari gerbang jalan lintas Sumbar-Riau ke lokasi dimana candi berada, jauh bok kalo disuruh jalan kaki. Hanya beberapa murid sekolah menengah atas yg terlihat mengunjungi Candi Muara Takus kemaren, entah beneran menambah ilmu atau mau “belajar kelompok”.

The temple

Informasi mengenai candi pun sangat minim, kalau ditambah lagi bakal lebih menarik pastinya. Oh ya gak ada guide yg bisa menerangkan sejarah candi tersebut dilokasi, ya kami jadinya cuman dateng, poto eksis, upload narsis aja jadinya.

Jadi kalo mendadak pingin piknik dari kota Pekanbaru, atau dalam perjalanan menuju Payakumbuh, boleh loh mampir ke Candi Muara Takus … gak usah takut, yg punya bukan tuan takur *udah ah, makin ngelantur*.

Kenali negerimu, cintai bangsamu, hargai budayamu …

The gate

Red bricks

Lime stone temple

Main temple

Ray of light

Details

Playground

Food stalls

View point

Kampar Kanan River

More picts, click on the photo

 

Advertisements

10 thoughts on “[Travel Story] Candi Muara Takus

  1. Dari fotonya kok ternyata Kompleks Candi Muara Takus ga gede-gede amat ya. Pun kurang terawat gitu sekelilingnya. Benar begitu kah, Ombi ?
    Tapi candinya cantik sih, relatif lebih cling-cling dibanding candi bertipe sama (disusun dari batu bata merah) di Trowulan, Mojokerto ..

    Nice post, Kakak .. 😀

  2. Wah, bisa nyontek nih kalau mau nulis. Hahaha.
    Itu Muara Takus kalau gak salah beda sama yang di Jambi, namanya Muara Jambi. Ini dari hasil ngobrol sama supir jemputan di sana, tapi entah kalau salah.
    Di dekat candinya, katanya ada kuburan Jepang gitu yang pernah buat uji nyali, tapi aku gak sempat ke sana juga kemarin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s