[Travel Story] Taman Alam Lumbini


Setelah puas menghirup segarnya udara perbukitan di Gundaling, kami pun turun gunung ke kota Berastagi. Mampir bentar ke Masjid Raya Berastagi yg sudah berdiri sejak tahun 1928 *saingan ya ama Nyonya Meneer*. Dari sini kami pun segera beranjak ke ke destinasi selanjutnya yg lagi hits disekitar kota Berastagi karena arsitekturnya yg bikin gak kayak di Jepang Berastagi. Pokoknya kalo maen tempat ini kayak lagi di Myanmar.

Orange Tower

Hanya berjarak kurang lebih 8 km sebelum memasuki kota Berastagi, tepatnya di Desa Tongkoh, Kec. Dolotrayat, Taman Alam Lumbini berada. Jika berangkat dari Medan, bilang ama kondekturnya bilang aja turun di tugu jeruk, nah kalo dari kota Berastagi, naik aja angkot Sigantang Sira dengan warna oranye gonjrengnya itu, bilang aja turun di simpang Tongkoh, kalau gak salah kena IDR 10K dari kota Berastagi. Kami malah diturunin pas didepan pintu masuk ke Taman Alam Lumbini. Maklum petunjuk arah serta penanda Taman Alam Lumbini tidak kelihatan sepanjang jalan.

Peek a boo

Menyusuri jalan masuk yg masih berupa jalan tanah sepanjang +/-500 m, lagi-lagi kami disuguhi dengan pemandangan yg menakjubkan. Dikejauhan tampak perbukitan yg diselimuti kabut, sedangkan kiri kanan jalan penuh dengan kebun sayur dan buah. Eeeiittss … bisa petik stroberi langsung dari pu’unnya juga. Ditemani desau angin yg bergesek manja diujung dahan pinus, kami pun sampai jg di pintu masuk Taman Alam Lumbini.

Mountain breeze

Taman Alam Lumbini ini sebenarnya adalah kompleks peribadatan umat Budha, namun terbuka untuk umum kok. Daya tarik utama dari Taman Alam Lumbini ini adalah replika dari pagoda Shwe Dagon yg ada di Myanmar sana, malah sekarang ini jadi pagoda terbesar di Indonesia.

Memang berasa lagi di tanah indochina sana sih kalo mengambil poto dengan latar pagoda berwarna emas ini. Detail bangunannya bikin teramazed-amazed pokoknya. Selain pagoda itu sendiri, di kompleks bangunan utama terdapat roda doa, dan juga merara keemasan yg lumayan tinggi. Serta ratusa bendera terbentang dari puncak pagoda bikin suasana berasa di Kathmandu *bukan merk tas ya*. Yg tidak bertujuan untuk beribadat, bisa mengelilingi bangunan pagoda tadi, tapi tidak masuk ke dalam pagoda.

Corner

Selain replika pagoda, di dalam komplek Taman Alam Lumbini terdapat taman yg lumayan luas dgn berbagai ragam flora didalamnya. Aneka ragam tanaman berbatang keras, perdu, serta bebungaan nampak hadir menghiasi lembah dibelakang komplek vihara ini *tsaahh … bahasanya*. Lumayanlah buat memanjakan mata dengan warna warni alam yg menyegarkan ini. Puluhan anak tangga siap untuk dijamah tapak kaki kita, eerr … ratusan sik sebenarnya *anggap aja kardio*. Jangan lupa poto di jembatan gantung lope-lope dgn gaya maksimal ya.

Lé Bridge

Giftshop gak ketinggalan hadir menempati salah satu sudut taman ini. Lumayan kalo mau nyari buah tangan berupa kaos, hiasan rumah, dan tentunya gantungan kunci yg hadir dlm bentuk maskot-maskot Taman Alam Lumbini. Harganya pun terjangkau sangat.

Giftshoppe

Overall Taman Alam Lumbini ini memberikan sensasi yg beda, kalo kita berpoto didepan bangunan utama, pasti dikira di negara Indochina sana, asal gak nengok bendera dwiwarna itu aja sik. Alunan doa dipenjuru lokasi menambah syahdu nuansa tempat ini, biarpun kita gak ngerti artinya, tapi rasanya damai. Nah kalo ingin sekedar berjalan-jalan ditaman belakang jg gak masalah kok, apalagi kalo cuman sekedar pengen eksis. Tapi ingat … Taman Alam Lumbini ini adalah tempat ibadah, jadi jagalah kesopanan dalan berpakaian dan kelakuan.

Salam

*menghilang dibalik layar diiringi desau angin di pohon pinus*

Misty hill

Local strawberry farm

Golden

Carving

Mini monks

Lope lope bridge

Harvesting

Serene view

More Picts, click on the photo

Advertisements

4 thoughts on “[Travel Story] Taman Alam Lumbini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s