[Travel Story] Kapalo Banda Taram


Salah satu tujuan wisata utama warga Pekanbaru adalah Sumatera Barat, selain karena letak geografis yg bersebelahan, juga karena masih banyak warga Pekanbaru yg memiliki pertalian darah dengan penduduk di propinsi sebelah ini. Yang paling deket sik kota Paris Payakumbuh yg cuma sejauh durasi film India. Dan ternyata disekitar kota Payakumbuh ini banyak tempat wisata yg bisa dikunjungi loh …

Berwisata gua di Ngalau Indah, Pemandian Batang Tabik dengan airnya yg jernih, menikmati indahnya tebing-tebing di Lembah Harau, atau sekedar makan jagung bakar di Jembatan Kelok Sembilan *yg terakhir sik nggak dianjurkan*. Kami kemaren asyik maen rakit di sungai Taram … berasa Jaka Tarub dari Payakumbuh.

Kapalo Banda Taram yg berada di Kanagarian Taram, Harau, Payakumbuh ini menawarkan sensasi tersendiri bagi pengunjungnya. Selain keindahan alam yg udah gak  perlu diraguin lagi, sensasi mengarungi sungai dengan rakit bambu bisa bikin cerita perjalnan jdi lebih seru.

Taram River

Berjarak kurang lebih 11 km dari kota Payakumbuh, lokasi Kapalo Banda Taram ini ternyata searah dengan Pilubang Resort. Dari simpang Batu Balang tinggal ikutin aja jalan kearah Pilubang kurang lebih sejauh 7 km. Kondisi jalan menuju lokasi biarpun kecil tetapi sudah beraspal kok, tapi beberapa kilometer menjelang lokasi jalannya masih berupa tanah keras, hati-hati aja karena jalannya sempit.

Bukit Bulek Taram

Kapalo Banda Taram ini sebenarnya sebuah danau yg terbentuk dari cabutan lidi Baru Klinthing … eh beda cerita dink, sorry sorry …. Sejatinya Kapalo Banda Taram ini adalah sebuah bendungan yg tujuan utamanya untuk irigasi persawahan masyarakat sekitar. Namun ternyata ada potensi lainnya dibalik fungsi utama tersebut. Apalagi pemandangan disekitar bendungan tadi sangat memukau. Jajaran perbukitan hijau memagari pinggir sungai … oohh indah pemandangan.

Taram River Dam

Selain sekedar menikmat keindahan ciptaan Yang Maha Kuasa, kita juga bisa meikmati keindahan ciptaan manusia *halah*. Bisa dengan sekedar berjalan kaki melintasi bendungan tadi sembari bergaya di depan kamera, ataupun mau yg agak lebih menantang … naik baling-baling rakit bambu.

Across The River

Dengan tarif IDR 10K per 1 jam kalo mau ngayuh sendiri, atau kalau mau make pendayung tambahin lg sejumlah itu, kita udah bisa menikmati sensasi mengarungi sungai dengan rakit bambu. Lumayan seru kok, apalagi musti pandai-pandai jaga keseimbangan diatas rakit bambu yg pelan berlayar sepanjang sungai Taram. Bawa baju ganti ya kalo maen kesini, sapa tahu kan hilag keseimbangan ditengah jalan, trus cebur-cebur lucu gitu persis penumpang rakit sebelah kami …

Just The Two of Us

Jangan takut dan jangan bimbang kalau lapar dan dahaga menyerang, ada beberapa warga sekitar yg membuka usaha warung makan di lokasi, ada jg yg jualan jagung bakar. Tapi ingat ya, sampahnya jgn dibuang sembarangan, sayang tempat wisatanya bagus, tapi kotor. Ya kayak kondisinya sekarang ini … berantakan.

Sampah bertebaran, orang jualan disembarang tempat, kamar ganti/toilet ada tapi gak bisa dipakai. Kalau memang hanya dikelola oleh warga sekitar, seharusnya bukan menjadi alasan untuk malas menjaga lingkungan, apalagi pada mencari rezeki disitu. Juga petunjuk jalan menuju lokasi Kapalo Banda Taram ini agak kurang, rajin-rajinlah bertanya ke pemuda setempat, daripada tersesat nantinya.

Fresh

Jadi buat yg pengen nyobain sensasi jadi Jaka Tarub di Tanah Minang, boleh banget dikunjungi Kapalo Banda Taram ini, sekalian jalan ke the infamous Lembah Harau kan ya …

Enjoy …

Lets go

Ready … Jump !!!

Werrrkkk it guurrll

*gasp …*

Bamboo

Hop on …

Push …

The station

Run baby run

No … this is not Vietnam

Magnifique …

More picts, click on the photo

Advertisements

12 thoughts on “[Travel Story] Kapalo Banda Taram

  1. “Dan ternyata disekitar kota Payakumbuh ini banyak tempat wisata yg bisa dikunjungi loh …” ,
    tolong yaaaaaaaaaa….. kata-kata ternyata nya di tip ex yoooooo……. ckckckc…

  2. Dugh, chic banget sih tempatnya. Provinsinya sih tetanggaan ya. Tapi kiapa hiburan alamnya jauuuhhhhh banget dari yang sebelahnya sih.

    Berasa di Guilin deh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s