[Travel Story] Rantih Dewasa


Sebagai salah satu tempat destinasi wisata yg belum begitu ramai dikunjungi oleh wisatawan, kota Sawahlunto menawarkan berbagai tipe wisata didaerahnya. Kota tambang batubara pada masa Hindia Belanda masih menyisakan berbagai bangunan tua terkait dengan sejarah masa silam yg masih terawat. Selain wisata sejarah, wisata alam pasti ada donk ya, nah kemaren sempet mampir ke salah satu destinasi yg  wisata namanya … wair for it … Rantih Dewasa.

Rainbow Falls

Kenapa namanya Rantih Dewasa ???, berarti ada Rantih Remaja dan toddler juga kali ya. Apa yg boleh masuk yg sudah dewasa aja, ato hanya yg berpikiran dewasa aja yg boleh berkunjung, ato yg disajikan pemandangan yg dewasa ???

Ternyata Dewasa disini adalah akronim dari Desa Wisata … emang paling pinter bikin singkatan ya orang kita ini. Anyhow … desa yg terletak sekitar 12 km dari kota Sawahlunto ini berhasil menyabet anugerah sebagai desa wisata terbaik di Sumbar loh. Yuk cari tahu kenapa … *cut…*.

Future development map

Dari kota Sawahlunto tinggal ikuti jalan aja kearah Talawi atau Resor Kandi, nanti bakal nemu petunjuk jalannya kok. Sekali lagi, jangan ragu bertanya ke pemuda setempat kalo kurang yakin ama kemampuan membaca peta. Begitu masuk ke wilayah Desa Rantih, kita bakal disambut pemandangan sawah membentang dan disebelahnya mengalir Sungai Ombilin yg historis.

The view

Sebetulnya banyak kegiatan wisata yg tersaji di desa Rantih ini, tapi kami tergoda dengan 5 air terjun yg ada didesa ini. Sayangnya terbentur waktu dan stamina, cuman bisa menyambangi air terjun terdekat saja.

Which way ???

Air Terjun Sungai Bikan terletak 1,5 km dari desa Rantih ato sekitar 30 menit jalan kaki. Itu yg tertulis di papan petunjuk jalan dan kata pemandunya … kenyataannya … beugh … 75 menit jalan kaki. Medan yg dilalui gak terlalu sulit sebenernya, yg bikin lama bisa jadi karena kami rombongan beragam usia dan gender, jadi diambillah jalan memutar. Pas baliknya lewat jalan pintas yg agak curam jatuhnya lebih cepat … *fyuuuhhh …*.

One step at the time

Setelah melewati kolam ikan, kebun singkong, bendungan, lokasi outbond yg baru dibangun, serta beberapa kali menyeberangi sungai dan menghindari duri pohon salak disepanjang jalan, voila … sampailah kami di Air Terjun Sungai Bikan. Kami sih lebih suka manggilnya Rainbow Waterfall.

Finally

Sebelum memulai perjalanan, guide kami bilang kalo sekitar jam 2 siang kelihatan pelangi di matamu air terjunnya. Dan benar juga, kami sampai di lokasi sesuai rencana … dan memang nampak lengkungan pelangi di air terjun tadi. Amazing

Happy trekkers

Tak lama kami berdiam di saung yg ada di dekat air terjun, langsung berebut masuk ke kolam dibawah air terjun. Terlebih panas terik matahari lagi genitnya jilat-jilat kulit legam permanen ini. Segeeeeerrr banget airnya … sesuatu yg gak pernah ditemui di Pekanbaru.

Watch out

Nampaknya musim kemarau mempengaruhi debit air terjun Sungai Bikan ini, tapi tetap lumayan deras kok. Kolam dengan dasar pasir berwarna coklat jadi “empang” kami berpoto narsis, berenang santai ato sekedar merasakan pijatan air terjun. Dibawah air terjun ini terdapat cekungan menyerupai goa yg lumayan besar, bisa bergaya memasuki gua dengan tirai air, jadi berasa masuk ke pilm-pilm Indiana Jones *lalu nemu kristal tengkorak*.

Bottom up

Kalo aja gak ada yg menggigil kedinginan, pasti bakal lebih lama lagi kami main disitu. Oh ya, disediakan juga kamar mandi untuk berganti pakaian yg basah. Kami memilih biar kering dibadan pas perjalanan baliknya aja *bilang aja takut selendangnya ketinggalan, trus gak bisa balik ke kahyangan*.

Pengen melanjutkan ke air terjun yg lainnya, tapi karena kami memulai trekking sudah lepas matahari sepenggalah, ya mungkin lain waktu dilanjutkan. Sebaiknya kalo kesini pake busana yg sensual sesuai lah ya, bukan yg dandan macam ke mall. Bukannya apa …. gak lucu kalo lepek keringetan juga. Sayang kostumnya kalo nyemplung di sungai.

Hut

Selain mengunjungi air terjun ini, ada juga kegiatan menarik lainnya yg ditawarkan sama desa wisata Rantih ini. Makan Bajamba, Mangadou (menangkap ikan hanya dengan batang dan daun di sungai ombilin setiap musim kemarau), camping di pinggir sungai, atau agrowisata untuk anak-anak *lirik poto Si Bolang di papan pengumuman*.

Make your report first

Oh ya sebelum masuk ke desa Rantih ini, kita diharuskan untuk melapor ke Sekertariat Desa terlebih dahulu. Tujuannya selain untuk untuk mendata tamu yg hadir, disitu juga kita bisa mencari informasi mengenai kegiatan apa aja yg bisa dan boleh dilakuin, siapa tau mau ikutan panen padi ala mbak Santa Hoki kan.

Contact persons

Bonus perjalanan kemaren, kami dibawa ke salah satu tambang batubara yg masih aktif. Ternyata guide kami (Bang Adrinal) kerja disitu. Lumayanlah nengok langsung lokasi tambang yg masih aktif. Beruntungnya bang Adri *sok akrab* sangat informatif, helpfull, dan pengertian ama rombongan rempong ini selama perjalanan menuju ke air terjun. Kalo gak mau tersesat seperti rombongan muda mudi yg salah belok jalan sewaktu papasan dgn kami, mending make jasa guide lokal, biaya ?? … pay as you will kok a.k.a sukarela.

Sekali lagi, jangan buang sampah sembarangan. Sayang tempat wisatanya … percuma juga sekedar teriak di dunia maya, kalo tak ada aksi di dunia nyata … Okesip !!!

Welcome to Rantih Dewasa

Greenery

Queque

Along the way

Rest Area

The view

Sooooo refreshing

Enjoy the moment

Group shot

Family time

Under the rainbow

Red Dragonfly

The team

With the guide

More picts, click on the photo

Advertisements

6 thoughts on “[Travel Story] Rantih Dewasa

  1. Kyaaa sungainya bagus! <— pecinta sungai. Itu air terjunnya manggil-manggil banget, pengen lepas baju terus nyebur. Makasih infonya, mas. Berarti Sawahlunto nggak city tour aja ya. Will continue reading your posts 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s