[Urban Story] Pemancingan Garuda Sakti Km 8


Jengah juga rasanya dengan gemerlap kehidupan kota besar. Memang disatu sisi segala kemudahan ditawarkan, namun sisi lainnya membayangi dengan beban yg menyertai si kemudahan tadi. Sebutlah macet karena pesta kawinan yg nutup jalan tanpa ijin sebagai salah satu barometer dari harga yg musti dibayar dari kemudahan yg terdapat diberbagai kota besar di Indonesia. Tak ketinggalan juga kota Pekanbaru.

Sebenernya kalo mau sedikit memandang kearah yg lain, pasti bisa ditemukan tempat untuk melarikan diri dari sibuknya kota besar, bahkan hanya selemparan kolor usang yg elastisnya udah rusak.

Siapa sangka ada lahan hijau ditengah padang gersang yg hanya berjarak kurang dari 10 km dari kota Pekanbaru. Sebuah kolam pemancingan sederhana yg menawarkan kegiatan spa dan relakasi memancing serta piknik bersama keluarga dan handai taulan.

(((HANDAI TAULAN)))

Fishing pond

Pemancingan Km 8 Garuda Sakti biasa tempat ini disebut. Lokasi memang agak tersembunyi …. kalo gak mau dibilang ngumpet sik ya. Menuju lokasi ini agak tricky, ya karena ngumpet itu tadi, jg karena belum masuk ke peta wisata, lantaran masih dikelola secara personal.

The view

Dari simpang Garuda Sakti, Panam ambil jalan menuju Tapung, setelah lewat perbatasan, akan dijumpai SPBU disebelah kiri jalan, kemudian ada RM Rahmad Ilahi disebelah kanan *ditengah-tengah jalan rayanya … wadeziigg*. Masuklah ke halaman rumah warga sekitar gang sebelah RM Rahmad Ilahi tadi, ikutin aja jalan tanah sampai bertemu simpang tiga, lalu belok ke kiri. Gak ada petunjuk jalannya ya … jadi pasang mata, pasang telinga, dan hati juga #eeaaa.

Pond

Tak banyak sebenernya yg ditawarkan sama tempat ini selain kegiatan memancing dan tempat berkumpul, tapi dengan lokasi yg terbilang cukup dekat dengan padatnya kota Pekanbaru, laksana sebuah oasis ditengah padang pariaman pasir melihat hijaunya lokasi. Gemericik air, semilir angin, serta hijaunya rumput yg tertata sejenak bikin lupa kalo masih deket kota besar lokasinya.

Kalaupun tak punya perlengkapan memancing sendiri, ada beberapa bilah bambu yg diberi kail buat menangkap ikan teronggok dipinggir kolam. Tenang aja, jumlah ikan diempangnya lumayan banyak kok, mostly ikan emas yg di dalam kolam. Karena tidak ada tempat buat masak ikan tadi, ya mau gak mau dibawa pulang, atau kalo emang niat bener, bawa bumbu dan peralatan masak sendiri kayak anak rohis yg lagi tadabur alam di lokasi pas kami kesana.

Fishing kits

Beberapa saung yg tersebar diberbagai sudut lokasi bisa jadi tempat untuk berteduh dari teriknya matahari di Riau ini, atau sekedar untuk menyantap bekal piknik yg sudah dipersiapkan dari rumah.

Hut

Nah sekarang biaya buat menikmati tempat pemancingan ini berapa sik ??. Biaya masuknya … wait for it … gratis … iya … GRATIS. Kita cukup bayar seharga banyaknya ikan yg kita tangkap aja, itupun kalo sabar nunggu kail dibawa lari sama ikan ya.

Not bad

Secara keseluruhan, pemancingan ini cocok buat sesaat melarikan diri dari keriuhan kota Pekanbaru, apalagi family friendly banget lokasinya. Untuk ukuran sebuah properti yg masih dikelola secara pribadi, adanya pemancingan yg non profit oriented ini punya nilai lebih tersendiri. Oh ya kalo mo dateng kalo bisa make pakaian yg sopan ya, maklum punya orang partai keagamaan dan banyak simpatisan yg sering mengunjungi lokasi.

Entrance

Around the pond

Green

Dress to impress

Us against the world

From afar

Ready to work

Like father, like son

More Picts, click on the photo

Advertisements

6 thoughts on “[Urban Story] Pemancingan Garuda Sakti Km 8

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s