[Yummy Trail] Ghazy Grind & Grill


Selain menikmati makanan melalui indra pengecap, sekarang orang-orang juga menikmati makanan lewat indra penglihatan. Food photography menggantikan doa sebelum makan sudah menjadi kebiasaan penikmat makanan dimana aja. Tak heran pengusaha kuliner berani ngeluarin biaya lebih buat interior dan peralatan makan. Tapi bagaimanapun sebuah tempat makan yg dijual itu selain makanannya, juga service-nya, karena resto itu tentang hospitality, bukan home decor shop.

Spacious

Tidak banyak memang tempat makan di Pekanbaru yg concern mendandani dinning areanya, tapi sepertinya ini yg jadi jualannya Ghazy Grind & Grill Pekanbaru. Sudah lama pengen nyobain ini tempat makan, tapi baru sekarang kesampaian. Penggunaan unsur kayu yg dominan memang sangat menarik dan beda dibanding gerai makan lainnya. Pemilihan tone warna tanah serta permainan cahaya kekuningan bikin suasanya mirip lounge. Penggunaan furniture yg hommy dan nyaman jadi bikin betah buat duduk-duduk lebih lama. Terlebih jarak antar meja lumayan jauh, lega, dan lebih menjaga privasi. Hadir tanpa sekat memang bikin kelihatan luas banget, juga bikin service lebih mudah sewaktu peak hour.

Menu

Range harga lumayan terjangkau untuk menu selain steak ya, mulai dari IDR20K sampai yg paling mahal IDR115K. Pun begitu dengan harga didivisi beverages-nya. Sayang sekali buku menunya sangat sederhana, tanpa memberi penjelasan makanan yg tertera disana.

Dengan menempelkan kata grill dibelakang namanya, harusnya ini yg jadi keunggulan dari Ghazy Grind & Grill. Salah kalo cuman mesen nasi goreng dan es teh manis trus bilang resto ini enak, karena bukan itu jualan utamanya. Jadi dicobalah menu andalan yg mereka jual ya.

Sirloin with blackpepper sauce (IDR95K)

Rekomendasinya sih Mix Grill Ghazy dan Lamb Grill, too bad malam itu menu ini habis karena malam sebelumnya rame (???). Akhirnya pada milih sirloin dengan berbagai macam saus. Blackpepper, BBQ, Mushroom, dan Cream Cheese siap menemani pilihan menu daging panggang ini. Lagi-lagi kami harus kecewa, saus BBQ dan Mushroomnya gak ada.

Looks appetizing rite ??? … No ???

Daging sirloinnya lumayan tebel sebenernya, lumayan empuk. Too bad plattingnya bikin gak nafsu makan. Kata temen semeja, lebih kaya potongan rendang diletakin diatas nasi di rumah makan padang. Yg bikin tambah gak menarik adalah sidedish-nya yg hanya buncis, sayur hijau lagi gak musim apa ya. As a big fan of sayuran hijau buat salad, lihat tumpukan buncis hijau yg membosankan ini kok agak gimana gitu ya. Sausnya sendiri terlalu tebal dengan rasa tepung yg mendominasi.

Beef Rice Teriyaki (IDR45K)

Selain steak tadi, Beef Rice Teriyaki yg jd unggulan Ghazy Grind & Grill juga kami pesan. Lebih condong ke saus tiram daripada saus teriyaki sik ya, rasanya masih dibawah menu resto di mal terdekat. Porsinya lumayan untuk mengganjal perut.

Coffee Latte (IDR25K)

Dari bagian beverages, “This Is What You Need” hadir melengkapai pesanan malam itu. Campuran soda, jeruk, nata de coco, selasih, dan jelly memang menyegarkan. Sesuai judulnya, this is what i need after looking at our meals. Sementara dari divisi kopi, latte yg kami pesan rasanya standar saja.

Poffertjes (IDR20K)

Poffertjes sebagai dessert malam itu gagal menyelamatkan keseluruhan makanan yg kami pesan.

Sirloin with Cream Cheese Sauce (IDR95K)

Dengan mengedepankan steak yg di-grill, ada baiknya waiters dibekali pengetahuan yg ya walaupun gak paham-paham kali, tapi ngertilah kalo ditanyain, karena disini bukan jualan daging gepuk hotplate ya. Pas kita tanya rekomendasi makanannya, eh malah bingung dia … “apa ya …” katanya. Tingkat kematangan daging jg gak ditanyain, boro-boro tingkat kematangan hidup *loh kok curhat*. Penguasaan menu yg dijual itu lebih penting loh mbak selain make up dan wedges shoes-nya.

This is what you need (IDR35K)

Overall, untuk resto dgn andalan menu grill, Ghazy Grind & Grill masih perlu pembenahan disana sini. Apalagi harga yg dibandrol lumayan tinggi untuk steaknya, tapi belum sebanding dengan hasil yg didapatkan. Diluar sana ada kok yg jual dgn harga lebih mahal, tapi kami puas dgn apa yg kami bayarkan. Waiters itu bukan cuman menyajikan makanan ya, tapi harus tahu apa yg disajikannya. Bahkan diwarung yg sederhana aja mereka menguasai menunya loh. Oh ya semalam itu dengan pengunjung yg tidak seberapa banyak, tapi ruangannya terasa lumayan panas. Secara desain resto udah juara banget, kudos to that, tapi sekali lagi, resto itu jualan hospitality, not home decor shop.

Not home decor

Pas mau bayar, ditanyain gimana makanan di Ghazy Grind & Grill sama yg ngaku ownernya. Karena kami tipe yg gak enakan, ya dibilang biasa aja. Total yg harus kami bayar lebih dari IDR600K, berdasarkan hasil semalem harusnya kurang dari itu, but heythere’s always room for improvement right

Tapi untuk balik lagi dalam waktu dekat ini … I don’t think so …

Ghazy Grind & Grill

Jl. Paus No. 55, Pekanbaru

Twitter : @GhazyGrill  4sq : Ghazy Grind & Grill

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s