[Travel Story] Antwerp in 180 Minutes


Menerobos dinginnya kota Amsterdam, tertatih kaki menyusuri jalanan berbatu menuju stasiun kereta Amsterdam Centraal. Bermodalkan tiket kereta menuju Brugges via Antwerp, dimulailah perjalanan mengelilingi sebagian kecil benua Eropa ini. Musti pandai-pandai ya kalau traveling di Eropa naik kereta api. Ndak ada pengumumannya, yg ada kita musti mawas merhatiin live board information. Atau tanya aja ama petugas keretanya, gak perlu sambil nyanyi “kereta tiba pukul berapa?”.

Pandangan terpaku keluar jendela, gini to rasanya naik kereta di negara orang. Nyaman banget, biarpun agak mahal.

Snowy field

Akhirnya keinginan melihat salju terlaksana juga. Sewaktu memasuki Belgia, hujan salju mulai turun di ladang-ladang gandum. Tak sampai dua jam, kereta pun memasuki peron stasiun Antwerp yg megah dan grandeur. Sembari merapatkan coat dan shawl, sibuk mencari loker di stasiun ini. Karena cuman 3 jam saja di Antwerp, maka lokerlah penyelamat hari itu.

Dengan berbagai pilihan sesuai printilan yg dibawa, loker yg tersedia disemua stasiun besar kota-kota di Eropa ini, pilihan yg cocok buat nitip tas pas transit tanpa menginap. Mulai dari €4,- untuk ukuran terecil kurang lebih muat sebuah bagpack 40 L, sampai ukuran terbesar yg muat untuk 3 koper ukuran besar cukup dengan €5,- untuk 24 jam.

Left Luggage

Masih dalam kondisi terpukau sama keindahan stasiun kereta Antwerp ini, melongok keluar kok ndilalahnya hujan salju. Berbekal peta dan petunjuk dari tourist information di stasiun, bergegas berkeliling Antwerp dalam kondisi suhu yg dingin, angin kencang, serta kondisi hujan salju lumayan lebat.

Perjalanan dimulai dengan menyusuri jalan depan stasiun yg memanjang sampai ke Groenplaats. Sebelum sampai Groenplaats, ngelewatin Meir yg semacam shopping area dengan pedestrian yg lebar dikawal oleh outlet-outlet yg ciamik. Musti nahan hasrat belanja kalo lewat jalan ini.

Meir Shopping Arcade

Pas lagi asyik mahsyuk windows shopping, hla kok mendadak hujan salju deres, mana gak bawa payung pula. Buru-buru nyepetin langkah nyampe ke Groenplaats. Apa lacur hujan salju tambah lebat, yaudah nikmatin aja keliling-keliling walaupun gak maksimal.

Menyusuri gang-gang kecil kota Antwerp itu asyik banget, semacam tersesat di negeri dongeng. Beberapa tempat yg sempat disambangi antara lain Cathedral of Our Lady Antwerp, Grote Markt, Stadhuis van Anwerp, Hetsteen, Pilotage Building, Museum aan de Stroom.

Red Brick Alley

Waktu 3 jam itu cepet banget ternyata, setelah melahap seporsi besar kebab, kaki melangkah kembali ke Antwerp centraal untuk melanjutkan perjalanan ke Bruges.

Kababu, Antwerp

Kalau ada kesempatan, pengen balik lagi, banyak yg belum disambangi, apalagi pas winter emang masa-masa renovasi atau maintenance bangunan-bangunan di Eropa.

Next … when in Bruges …

Take Off Antwerp

Rain on my parade

Antwerp Centraal station

Stadhuis van Amsterdam

Groenplaats

Hetsteen

Tintin shop

Golden statue

Museum aan de Stroom

Somewhere along the way

More pictures, click on the photo

Advertisements

7 thoughts on “[Travel Story] Antwerp in 180 Minutes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s