[Travel Story] Amsterdam Beriman Part 1

Berjuang dengan suhu 6°C dan jetlag yg melanda, pelan namun pasti mulai melangkah keluar dari Amsterdam Centraal. Sesuai dengan pesanan tempat menginap selama di Amsterdam, rute menuju ke Shelter City  yg lokasinya di sekitaran Niuewmarkt bisa dicapai dengan menaiki tram atau subway, kalaupun mau jalan kaki sebenernya jaraknya deket banget.

Lokasi penginapan ini pas ditengah-tengah distrik lampu bohlam remang-remang merah. Demi menjaga tingkat keimanan ditengah serbuan godaan mbak-mbak berpakaian kurang dibalik pintu kaca, maka penginapan syariah inilah yg sekiranya cocok untuk membentengi diri agar tidak terlalu jauh terbawa ke lembah nista. No drugs, no alcohol, and no sex at the hostel … Tapi kalo pacar aja bisa lima langkah, masa nista kalah jauhnya. Continue reading

Advertisements

[Travel Story] Destination Europe

14 jam dan 24 derajat Celcius lebih rendah kemudian, roda-roda pesawat KLM menggilas landasan pacu bandara Schipol Amsterdam. Jelang tengah hari kala kaki perlahan menginjak hamparan lantai dingin salah satu bandara tersibuk di dunia ini. Tubuh yg terbiasa terpapar cuaca tropis, otomatis menggigil disambut udara musim dingin di Belanda ini. Dengan kondisi kurang tidur dan badan yg masih syok karena perbedaan suhu dan waktu ini, dimulailah petualangan bersendirian di benua biru. Eropa … brace yourself …

Tapi belum resmi masuk Amsterdam kalo belum lolos dari imigrasi, dengan tegar dan penuh percaya diri serta muka bengep dihadapilah mbak penjaga counter. Bermodal bahasa Inggris yg hanya cukup buat beli permen di Sevel ini, lolos juga dr pertanyaan si mbak. Sebenernya pengen nembakin confetti begitu melintas konter imigrasi ini, tapi drpd dideportasi ke Timbuktu, dipendem dululah ya histerianya. Continue reading

[Travel Story] Surat Ijin Melintas Benua Biru

“Udah booking aja, mumpung lagi promo, itu murah banget”

Berawal dari bujuk rayu seorang teman, akhirnya dengan mantap menekan tombol Pay dilayar monitor. Tanpa ada niat dan persiapan yg cukup, mimpi untuk menginjakkan kaki ke benua biru akhirnya satu langkah makin dekat terlaksana. Mulai bingung nyusun rencana perjalanan, pesan penginapan dan alat transport lintas negara serta riset mengenai tempat wisatanya. Tapi yg paling penting adalah surat ijin melintas atau visa. Continue reading

[Travel Story] Museum Goedang Ransoem Sawahlunto

Dapur merupakan jantung kehidupan dari sebuah rumah, bahkan bukan hampir dari seluruh kegiatan kita tujuannya untuk mengepulkan dapur dan menikmati hasil olahan didalamnya. Baik dalam skala kecil sampai yg berskala besar, termasuk di era kolonial Belanda. Pada masa pertambangan batubara di Sawahlunto, dapur umum ini yg memasok konsumsi tak hanya bagi meneer-meneer dan pekerja tambang saja, namun juga bagi masyarakat Sawahlunto yg berada di sekitar daerah tambang itu. Continue reading